Berkah Dalem ,Maaf belum sempat update lagi karena admin masih sibuk dengan kerjaan Silakan tinggalkan Komentar atau kirim ke email kami : omk_jepara@yahoo.com Matur Nuwun
Tampilkan postingan dengan label Ardas KAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ardas KAS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Agustus 2010

ARDAS KAS 2006-2010

Umat Allah Keuskupan Agung Semarang dengan bimbingan Roh Kudus berupaya menjadi persekutuan paguyuban-paguyuban murid-murid Yesus Kristus yang mewujudkan Kerajaan Allah yang memerdekakan (bdk. Lukas 4:18-19). Mewujudkan Kerajaan Allah berarti bersahabat dengan Allah, mengangkat martabat pribadi manusia, dan melestarikan keutuhan alam ciptaan. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang sedang berjuang mengatasi korupsi, kekerasan, dan kerusakan lingkungan, Umat Allah Keuskupan Agung Semarang terlibat secara aktif membangun habitus baru berdasarkan semangat Injil (bdk. Matius 5-7). Habitus Baru dibangun bersama-sama: dalam keluarga dengan menjadikannya sebagai basis hidup beriman; dalam diri anak, remaja, dan kaum muda dengan melibatkan mereka untuk pengembangan umat; dalam diri yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dengan memberdayakannya. Untuk mendukung upaya tersebut, Umat Allah Keuskupan Agung Semarang mengembangkan pola penggembalaan yang mencerdaskan umat beriman, melibatkan perempuan dan laki-laki, memberdayakan paguyuban-paguyuban pengharapan, memajukan kerjasama dengan semua yang berkehendak baik, dan melestarikan keutuhan ciptaan. Umat Allah Keuskupan Agung Semarang dengan tulus hati bertekad bulat melaksanakan upaya tersebut, dan mempercayakan diri pada penyelenggaraan ilahi dengan setia dan rendah hati seturut teladan Maria, hamba Allah dan bunda Gereja. Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6).


Ardas KAS 2001-2005

Umat Allah Keuskupan Agung Semarang bercita-cita dengan bimbingan Roh Kudus semakin setia mengikuti Yesus Kristus yang memaklumkan Kerajaan Allah yang memerdekakan (bdk. Luk 4:18-19). Mengikuti Yesus Kristus berarti membuka diri dan mengalami kehadiran Allah baik dalam doa maupun peristiwa sehari-hari serta melibatkan diri dalam perutusanNya. Dalam masyarakat Indonesia yang sedang mengalami krisis dan berjuang untuk memperbaharui diri, cita-cita tersebut diwujudkan dalam pengembangan persekutuan paguyuban-paguyuban (bdk. FABC V, 1990) yang terbuka, bersahabat, saling mengasihi secara tulus, dan mengutamakan yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir. Untuk mencapai cita-cita tersebut diperlukan tata penggembalaan yang mengikutsertakan, mengembangkan dan memberdayakan seluruh umat, dan kerjasama dengan siapa pun yang berkehendak baik. Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6).

Ardas KAS 1996-2000

Umat Allah Keuskupan Agung Semarang, dalam perkembangan situasi hidup dan budaya setmepat, bercita-cita untuk semakin setia mengikuti Yesus Kristus yang memaklumkan Kerajaan Allah, dnegan beriman dewasa, mendalam, misioner dan memasyarakat. Dalam hal ini beriman berarti membuka diri untuk menerima Allah, mengalami kehadiranNya baik dalam doa, karya maupun peristiwa. Iman sebagai pengalaman akan Allah mendorong orang untuk mengungkapkan dan mengamalkannya. Terutama untuk masa kini, cita-cita tersebut diwujudkan dengan membela kehidupan dan menjunjung tinggi martabat manusia. Terwujudnya cita-cita tersebut diperlancar dengan tata penggembalaan yang mengikutsertakan dan mengembangkan seluruh warga Gereja. "Ia yang memulai pekerjaan baik di antara kita, akan menyelesaikannya" (Flp 1:6).

ARDAS KAS 1990-1995

Umat Allah Keuskupan Agung Semarang dalam perkembangan situasi hidup dan budaya setempat, bercita-cita untuk semakin mengikuti Yesus Kristus secara penuh dalam menjawab dan memaklumkan kabar gembira penyelamatanNya
Bersama semua saudara yang berkehendak baik cita-cita tersebut dilaksanakan dengan:
Memupuk semangat persaudaraan sejati di antara umat dan saudara-saudara yang berkeyakinan lain.
Melibatkan diri dalam kegembiraan dan kecemasan masyarakat.
Mengusahakan terciptanya tatanan hidup demi kesejahteraan semua orang dengan mengutamakan saudara-saudara yang terlupakan dan menderita.

Penghayatan akan rahasia penyelamatan itu semakin disadari, dirasakan dan diperteguh dalam pewartaan dan doa.
Semoga Ia yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (Flp 1:6)

ARDAS KAS 1984-1990

1. Cita-cita Keuskupan Agung Semarang ingin mewujudkan diri sebagai Umat Allah yang beriman mendalam, sesuai dengan kebudayaan setempat: beriman dewasa, semua turut bertanggungjawab dan terlibat, mandiri; beriman misioner, kepada yang terbuka, siap mewartakan Yesus/Injil; kepada yang tertutup, siap mewartakan yang benar, baik dan suci; kepada yang keyakinan agamanya kuat, mencoba meningkatkan menjadi orang yang betul-betul baik; beriman memasyarakat: meresapi segala tata kehidupan bermasyarakat dengan semangat/nilai kristen.

2. Tekanan Khusus Tanpa mengurangi pentingnya nilai unsur-unsur lainnya, tanpa mengabaikan perkembangan dalam segi-segi lainnya, Keuskupan perlu memilih tekanan khusus terhadap unsur dan bidang mana yang akan mendapat perhatian khusus pada tahun ini. Dalam Rapat Dewan Karya Pastoral tanggal 28 Nopember 1984, telah ditetapkan bahwa tekanan khusus akan dijatuhkan pada: terwujudnya Umat yang imannya merasuki seluruh dimensi hidup di dalam masyarakat. (cfr. BPH KAS)

3. Kepemimpinan Hirarki/Dewan Paroki, Pamong Dan Lain-lain Panitia Dari cita-cita tersebut di atas, yang ingin kita utamakan adalah membangun Umat Allah, menjadi Umat beriman, yang imannya penuh dan lengkap, yang imannya mendalam, dewasa, misioner dan memasyarakat. Fungsi Hirarki, Dewan Paroki, Panitia, Pamong, dan lain-lain: melayani, mengabdikan diri dengan segala usaha, agar terwujudlah dan berkembanglah di Keuskupan kita ini Umat Allah yang imannya penuh dan lengkap, yang mendalam, dewasa, misioner dan memasyarakat tersebut. Maka kalau ingin menilai maju atau berkembangnya keuskupan atau paroki-paroki, hendaklah menilai dalam bidang itu tadi, bukan karena organisasnya rapi dan lain-lain. Kalau ingin menilai Hirarki, Dewan Paroki, Pamong, Panitia dan lain-lain berhasil atau tidak, yang menjadi ukuran ialah: apakah usaha-usahanya sungguh mengembangkan kita menjadi Umat Allah yang imannya mendalam, dewasa, misioner dan memasyarakat tersebut. Untuk tahun ini, paling tidak diharapkan lebih mengutamakan: terwujudnya umat yang imannya makin merasuki kehidupannya dalam masyarakat.

4. Melanjutkan Perkembangan Yang Sudah Ada Seperti telah disebutkan di atas, dengan mengutamakan salah satu aspek kita tidak mau mengabaikan apa-apa yang penting yang telah berkembang dalam Keuskupan kita, hal itu harus kita lanjutkan juga. Maka kita teruskan apa yang telah dilukiskan dalam buku: Perjalanan Umat Allah maupun dalam buku Gereja Kita. Banyak hal dasar dan tradisi baik yang sudah ditanamkan dalam umat. Untuk perkembangan lebih lanjut, kita akan bercermin pada cita-cita dan mengembangkan dengan kenyataan riil yang ada sampai sekarang. Kemudian dari situ kita merumuskan tekanan khusus yang ingin diusahakan untuk dikembangkan pada tahun-tahun mendatang, karena di bidang itu kita masih perlu berkembang. (Mgr. Julius Darmaatmadja SJ)


Daftar Blog Saya

 
MENCARI KATA DALAM AYAT
MENCARI KATA DALAM AYAT DAFTAR PETA

Followers


Template by NdyTeeN