Berkah Dalem ,Maaf belum sempat update lagi karena admin masih sibuk dengan kerjaan Silakan tinggalkan Komentar atau kirim ke email kami : omk_jepara@yahoo.com Matur Nuwun
Tampilkan postingan dengan label Paroki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paroki. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Agustus 2010

SEJARAH GEREJA PAROKI STELLA MARIS JEPARA

Satu hal yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang, ialah justru di kota Jepara sinilah Gereja Katolik yang pertama dan yang tertua di Jawa Tengah didirikan, yaitu pada tahun 1638 dengan seizin Sultan Agung. Di seluruh Kesultanannya orang bebas memeluk dan memperkembangkan Agama Katolik. Demikianlah menurut ahli sejarah Oderius. Akan tetapi sayang bahwa orang-orang Belanda dari VOC tidak begitu tolerant seperti Sultan Agung dan karena dikeluarkannya Undang-undang Anti-Katolik oleh J.P. Coen, habis musnahlah riwayat Gereja Katolik kuno Jepara, karena imam-imamnya dibuang ke luarg negeri, umat diangkut dari Jepara ke penjara Batavia dan agama Katolik selanjutnya dilarang.

Baru setelah negeri Belanda dikuasai Napoleon, undang-undang Anti Katolik dibatalkan dan mulailah benih-benih agama Katolik ditaburkan lagi di Jawa Tengah, 27 Desember 1808, pastor pertama J. Priensen tiba di Semarang dan menetap di Gedangan. Meskipun dengan banyak rintangan dari pihak pemerintah, gereja Semarang mulai meluas ke Solo, Magelang dan Ambarawa. Akhirnya pada tahun 1914 menerima izin dari Sri Sultan Yogyakarta penyebaran orang Katolik untuk orang Jawa.

Sejak adanya larangan agama Katolik oleh J.P. Coen, sejarah tidak mencatat adanya bekas-bekas agama Katolik dalam wilayah Jepara. Baru dalam dekade-dekade yang akhir-akhir ini mulailah benih-benih agama Katolik yang ditaburkan dalam tahun 1638 semi kembali, setelah mengalami kematian selama 3 abadm yaitu dengan didirikannya stasi Pecangaan yang dipimpin oleh Pastor Stienen MSF pada tahun 1936. Kecuali sebuah H.I.C.S di Pecangaan, didirikannya sekolah-sekolah Rendah Misi di Krasak, Karangrandu, Troso dan Kedung.

Pada waktu nitu di kota Jepara barau ada beberapa glintir saja orang-orang Katolik asli Jepara dan sejumlah guru-guru, yang kebanyakan datang dari daerah selatan (Solo, Klaten, Yogyakarta, Muntilan dan Ambarawa). Sebagai orang (tokoh) Katolik yang tertua adalah Sdr. Tan Tjing Sioe. Beliaulah cikal bakal umat Katolik Jepara.

Perang Dunia II berkobar, balatentara Jepang menguasai Indonesia (Ned. Indie). Pastor-pastor dimasukkan dala kamp-kamp konsentrasi. Juga Pastor Stienen. Stasi Pecangaan yang barau mulai tumbuh itu berantakan.

Kalau sebelum perang titik berat aktivitas Katolik ada di Pecangaan, maka setelah Proklamasi beralihlah kegiatan itu ke kota Jepara. Gedung-gedung sekolah Misi di daerah Pecangaan disewa ole Dinas PD&K dan dipakai sebagai SD, sedangkan gedung bekas Pastori Pecangaan yang mula-mula juga disewa oleh Instansi Pemerintah kemudian diminta kembali dan dijadika Gereja, Asrama Guru-guru dan SMP Keluarga.

Pada masa perjuangan fisik (1945-1949) karena hubungan dengan Semarang terputus, keperluan rohaniah orang-orang Katolik di Jepara dilayani dari Paroki Purwosari, Sala. Di Kudus dan di Pati pada waktu itu belum ada pastornya. Tiga atau empat bulan sekali Rm. Adisudjono MSF mengadakan perjalanan dinasnya mengunjungi orang-orang Katolik di Jepara dan sekitarnya, melalui Cepu, Blora, Rembang, Pati dan Kudus. Kebaktian diadakan di rumah Sdr. Tan Siong Liep dan kemudian pindah di rmah Sdr. Liem Tiong Swan.

Setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Negeri Belanda (Desember 1948) dan hubungan pulih kembali maka pastor-pastor menduduki posnya kembali di Paroki Kudus dan Pati, dan Stasi Jepara diurus oleh pastor-pastor dari paroki Kudus, berturut-turut Rm. J. Komen MSDF, Rm. A. de Koning MSF, Rm. Stienen MSF dan Rm. C. Jacobs MSF.

Sejak saat itu Stasi Jepara sedikit demi sedikit mulai berkembang. Pada tanggal 1 Agustus 1955, dibuka Taman Kanak-Kanak dan SD Keluarga (yang sekarang TK/SD Kanisius) di Jl. Satusan No. 22, Jepara. Mgr. A. Soegijopranoto SJ, Uskup Agung Semarang, pada tanggal 21 Oktober 1956 berkunjung ke Jepara untuk memberikan Sakramen Penguatan. Pada tahun 1961, Mgr. Soegijopranoto memberkati dan meresmikan Gereja Pecangaan. Sejak itu mulai Pecangaan berdiri sendiri sebagai Stasi. Pada tanggal 24 Maret 1963, terbentuklah Dewan Stasi Jepara yang pertama.


Pembangunan Gereja

Setelah terbentuk Dewan Stasi Jepara, Rm. C. Jacobs MSF mulai merintis pembangunan gereja sebagai tempat berdoa umaat yang semakin berkembang pada waktu itu. Pada tanggal 18 Mei 1964 diresmikanlah Gereja Katolik Jepara oleh Romo Kardinal Darmojuwono. Gedung gereja yang ditempati saat ini di Jl. AR/ Hakim 42, adalah mili Yayasan Kanisius yang dalam perencanaannya dipergunakan untuk SMP Kanisius. Dari sinilah mulai dipilirkan untuk mencari tanah baru. Atas kerjasama dengan Keuskupan Agung Semarang, dibeli sebidang tanah di Jl. H.O.S. Tjokroaminoto. Sdr. Yoyok Setiawan dipilih sebagai Ketua Panitia pembangunan. Namun, ada masalah dengan perijinan dari Pemerintah Daerah Jepara, yang menurut informasi, penolakan perijinan dengan alasan lokasi di tempat itu menurut planning kota dipakai sebagai KOMPLEK PERKANTORAN (sekarang didirikan Hotel Jepara Indah). Oleh karena perijinan dipersulit, maka panitia pembangunan memutuskan untuk mendirikan gereja barau dalam satu komplek gereja lama, yakni di Jl. AR. Hakim 41 A, sekarang.


Paroki Administratif

Paroki Jepara disebut sebagai paroki administratif dengan induknya paroki Kudus. Paroki ini berada seluas dengan Kabupaten Jepara. Oleh karenanya tempat tinggal umata terpencar. Sampai dengan tahun 1990-an, paroki Jepara terdiri dari 8 (delapan) Stasi: Welahan, Batealit, Bangsri, Mayong, Keling, Donorojo, Pecangaan, K. Jawa/Kedung/Mlongo dan 4 (empat) wilayah: Yohanes, Paulus, Petrus dan Yoseph. Dalam perjalanan waktu selanjutnya mengalami pengurangan sehingga paroki administratif Jepara sekarang ini terdiri dari 4 Stasi: Mayong, Welahan, Pecangaan dan Bangsri (barau 2 tahun terakhir ini hidup kembali dan 4 wilayah: Yohanes, Paulus, Petrus dan Yoseph.



Sumber: Buku Kenangan 40 Tahun, 18 Mei 1964 – 18 Mei 2004 Gereja Katolik Stella Maris – Jepara, hal. 7-8.

Tercatat pada tahun 2008 Paroki Administratif Jepara telah resmi menjadi Paroki Mandiri ( Paroki Stella Maris Jepara )

ARDAS KAS 1984-1990

1. Cita-cita Keuskupan Agung Semarang ingin mewujudkan diri sebagai Umat Allah yang beriman mendalam, sesuai dengan kebudayaan setempat: beriman dewasa, semua turut bertanggungjawab dan terlibat, mandiri; beriman misioner, kepada yang terbuka, siap mewartakan Yesus/Injil; kepada yang tertutup, siap mewartakan yang benar, baik dan suci; kepada yang keyakinan agamanya kuat, mencoba meningkatkan menjadi orang yang betul-betul baik; beriman memasyarakat: meresapi segala tata kehidupan bermasyarakat dengan semangat/nilai kristen.

2. Tekanan Khusus Tanpa mengurangi pentingnya nilai unsur-unsur lainnya, tanpa mengabaikan perkembangan dalam segi-segi lainnya, Keuskupan perlu memilih tekanan khusus terhadap unsur dan bidang mana yang akan mendapat perhatian khusus pada tahun ini. Dalam Rapat Dewan Karya Pastoral tanggal 28 Nopember 1984, telah ditetapkan bahwa tekanan khusus akan dijatuhkan pada: terwujudnya Umat yang imannya merasuki seluruh dimensi hidup di dalam masyarakat. (cfr. BPH KAS)

3. Kepemimpinan Hirarki/Dewan Paroki, Pamong Dan Lain-lain Panitia Dari cita-cita tersebut di atas, yang ingin kita utamakan adalah membangun Umat Allah, menjadi Umat beriman, yang imannya penuh dan lengkap, yang imannya mendalam, dewasa, misioner dan memasyarakat. Fungsi Hirarki, Dewan Paroki, Panitia, Pamong, dan lain-lain: melayani, mengabdikan diri dengan segala usaha, agar terwujudlah dan berkembanglah di Keuskupan kita ini Umat Allah yang imannya penuh dan lengkap, yang mendalam, dewasa, misioner dan memasyarakat tersebut. Maka kalau ingin menilai maju atau berkembangnya keuskupan atau paroki-paroki, hendaklah menilai dalam bidang itu tadi, bukan karena organisasnya rapi dan lain-lain. Kalau ingin menilai Hirarki, Dewan Paroki, Pamong, Panitia dan lain-lain berhasil atau tidak, yang menjadi ukuran ialah: apakah usaha-usahanya sungguh mengembangkan kita menjadi Umat Allah yang imannya mendalam, dewasa, misioner dan memasyarakat tersebut. Untuk tahun ini, paling tidak diharapkan lebih mengutamakan: terwujudnya umat yang imannya makin merasuki kehidupannya dalam masyarakat.

4. Melanjutkan Perkembangan Yang Sudah Ada Seperti telah disebutkan di atas, dengan mengutamakan salah satu aspek kita tidak mau mengabaikan apa-apa yang penting yang telah berkembang dalam Keuskupan kita, hal itu harus kita lanjutkan juga. Maka kita teruskan apa yang telah dilukiskan dalam buku: Perjalanan Umat Allah maupun dalam buku Gereja Kita. Banyak hal dasar dan tradisi baik yang sudah ditanamkan dalam umat. Untuk perkembangan lebih lanjut, kita akan bercermin pada cita-cita dan mengembangkan dengan kenyataan riil yang ada sampai sekarang. Kemudian dari situ kita merumuskan tekanan khusus yang ingin diusahakan untuk dikembangkan pada tahun-tahun mendatang, karena di bidang itu kita masih perlu berkembang. (Mgr. Julius Darmaatmadja SJ)


DAFTAR PAROKI KEVIKEPAN SURAKARTA

KEVIKEPAN SURAKARTA

1. PAROKI SANTA MARIA REGINA PURBOWARDAYAN

2. PAROKI SANTO YUSUF BATURETNO

3. PAROKI HATI TAK BERNODA SANTA PERAWAN MARIA BOYOLALI

4. PAROKI ADMINISTRATIF HATI KUDUS TUHAN YESUS SIMO [sub Boyolali]

5. PAROKI SANTO IGNATIUS DANAN

6. PAROKI SANTO YOHANES RASUL DELANGGU

7. PAROKI SAN INIGO DIRJODIPURAN

8. PAROKI SANTO YUSUF PEKERJA GONDANGWINANGUN

9. PAROKI SANTA THERESIA JOMBOR

10. PAROKI SANTO PIUS X KARANGANYAR

11. PAROKI SANTO STEPHANUS JUMAPOLO

12. PAROKI SANTA MARIA KARTASURA

13. PAROKI ROH KUDUS KEBONARUM

14. PAROKI SANTA MARIA ASSUMPTA KLATEN

15. PAROKI SANTO PAULUS KLECO

16. PAROKI SANTA MARIA PALUR

17. PAROKI SANTO ANTONIUS PURBAYAN

18. PAROKI SANTO PETRUS PURWOSARI

19. PAROKI SANTA MARIA FATIMA SRAGEN

20. PAROKI HATI KUDUS YESUS SUKOHARJO

21. PAROKI SANTA MARIA BUNDA KRISTUS WEDI

22. PAROKI SANTO YOHANES RASUL WONOGIRI


DAFTAR PAROKI KEVIKEPAN YOGYAKARTA / DIY

KEVIKEPAN DIY

1. PAROKI SANTO FRANCISCUS XAVERIUS KIDUL LOJI

2. PAROKI KRISTUS RAJA BACIRO

3. PAROKI KELUARGA KUDUS BANTENG

4. PAROKI SANTO YAKOBUS BANTUL

5. PAROKI SANTO YUSUF BINTARAN

6. PAROKI SANTA THERESIA LISIEUX BORO

7. PAROKI HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN

8. PAROKI SANTO ALBERTUS MAGNUS JETIS

9. PAROKI ADMINISTRATIF SANTO ALFONSUS DE LIGUORI NANDAN [sub Jetis]

10. PAROKI Maria Yang Tersuci Dari Kurnia Ilahi MARGANINGSIH KALASAN

11. PAROKI ADMINISTRATIF SANTO PETRUS DAN PAULUS BABADAN [sub Kalasan]

12. PAROKI SANTO PETRUS DAN PAULUS KLEPU

13. PAROKI SANTO ANTONIUS DE PADUA KOTABARU

14. PAROKI HATI SANTA MARIA TAK BERCELA KUMETIRAN

15. PAROKI SANTO YOSEF MEDARI

16. PAROKI SANTO PETRUS & PAULUS MINOMARTANI

17. PAROKI SANTO ALOYSIUS GONZAGA MLATI

18. PAROKI SANTA MARIA TAK BERCELA NANGGULAN

19. PAROKI SANTA MARIA ASSUMPTA PAKEM

20. PAROKI SANTO YOHANES RASUL PRINGWULUNG

21. PAROKI SANTA MARIA LOURDES PROMASAN

22. PAROKI HATI KUDUS TUHAN YESUS PUGERAN

23. PAROKI SANTA THERESIA SEDAYU

24. PAROKI SANTO YOHANES RASUL SOMOHITAN

25. PAROKI SANTA MARIA BUNDA PENASIHAT BAIK WATES

26. PAROKI SANTO PETRUS CANISIUS WONOSARI

27. PAROKI SANTO PETRUS DAN PAULUS KELOR

28. PAROKI ADMINISTRATIF SANTO YUSUF BANDUNG [sub Wonosari]







Daftar Blog Saya

 
MENCARI KATA DALAM AYAT
MENCARI KATA DALAM AYAT DAFTAR PETA

Followers


Template by NdyTeeN